ASKEP KANKER NASOFARING PDF

ASUHAN KEPERAWATAN CA NASOFARING laporan kasus Ca Nasofaring. laporan kasus Ca Nasofaring THT LP ASKEP CA Askep CA Recti Nanda Nic Noc Askep CA Recti Pp CA ASKEP ca Pengkajian CA Nasofaring-6 PPT CA NASOFARING. pptx. Karsinoma nasofaring adalah tumor ganas yang tumbuh didaerah nasofaring dengan predileksi di fosa Rossenmuller dan atap nasofaring.

Author: Kazijin Mujind
Country: Moldova, Republic of
Language: English (Spanish)
Genre: Music
Published (Last): 15 June 2015
Pages: 176
PDF File Size: 2.39 Mb
ePub File Size: 20.92 Mb
ISBN: 559-6-91604-299-1
Downloads: 21392
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Nacage

Referat CA Nasofaring referaat. Askep CA Paru askep. Askep Seminar Ca Ovarium. Makalah ini disusun dari berbagai sumber reverensi yang kamker, baik buku-buku diktat kedokteran dan keperawatan, artikel-artikel nasional dan internasional dari internet dan lain sebagainya.

Semoga saja makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis sendiri khususnya maupun bagi para pembaca pada umumnya. Tentu saja sebagai manusia, penulis tidak dapat terlepas dari kesalahan. Dan penulis menyadari makalah yang dibuat ini jauh dari sempurna.

Search Askep CA Nasofaring –

Karena itu nasofarring merasa perlu untuk meminta maaf jika ada sesuatu yang dirasa kurang. Penulis mengharapkan masukan baik berupa saran maupun kritikan demi perbaikan yang selalu perlu untuk dilakukan agar kesalahan – kesalahan dapat diperbaiki di masa yang akan datang. Dalam beberapa tahun terakhir, dan angka ini telah mengalami penurunan.

Karsinoma nasofaring lebih banyak ditemukan nssofaring belahan dunia lain seperti Asia dan Afirika Utara, misalnya saja China bagian Selatan banyak kasus ditemukan untuk penyakit ini. Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas yang tumbuh di daerah nasofaring dengan predileksi di fossa Rossenmuller pada nasofaring yang merupakan daerah transisional dimana epitel kuboid berubah menjadi epitel skuamosa Efiaty, Tumor ganas nasofaring karsinoma nasofaring adalah sejenis kanker yang dapat menyerang dan membahayakan jaringan yang sehat dan bagian-bagian organ di tubuh kita.

Nasofaring mengandung beberapa tipe jaringan, dan setiap jaringan mengandung me ngandung be berapa tipe sel. Dan kanker ini dapat berkembang pada tipe sel yang berbeda.

Dengan mengetahui tipe yang sel yang berbeda merupakan hal yang penting karena hal tersebut dapat menentukan tingkat seriusnya jenis kanker dan tipe terapi yang akan digunakan American Cancer Society dalam Cancer. Apa definisi Ca Nasofaring?

Bagaimana nasofaging fisiologi Nasofaring? Apa etiologi dari Ca Nasofaring? Bagaimana patofisiologi dari Ca Nasofaring? Bagaimana tanda dan gejala dari Ca Nasofaring? Bagaimana pembagian Ca Nasofaring? Bagaimana perluasan tumor ke jaringan sekitar dari Ca Nasofaring? Bagaimana penentuan stadium dari Ca Nasofaring? Apa komplikasi dari Ca Nasofaring? Bagaimana pemeriksaan penunjang Ca Nasofaring? Bagaimana penatalaksanaan Ca Nasofaring?

Bagaimana pencegahan dari Ca Nasofaring? Menjelaskan definisi Ca Nasofaring.

Menjelaskan anatomi fisiologi Ca Nasofaring. Menyebutkan etiologi dari Ca Nasofaring. Menjelaskan patofisiologi dari Ca Nasofaring. Menyebutkan tanda dan gejala dari Ca Nasofaring. Menyebutkan pembagian Ca Nasofaring.

Search results for: Askep CA Nasofaring

Menjelaskan perluasan tumor ke jaringan kanmer dari Ca Nasofaring. Menjelaskan stadium dari Ca Nasofaring. Menyebutkan komplikasi dari Ca Nasofaring. Menyebutkan pemeriksaan penunjang dari Ca Nasofaring. Menjelaskan penatalaksanaan dari Ca Nasofaring. Menjelaskan pencegahan dari Ca Nasofaring. Menambah wawasan pengetahuan mengenai kasus Ca Nasofaring dan penerapan konsep keperawatan pada kasus Ca Nasofaring.

  CONWIP KANBAN PDF

Menambah wawasan pengetahuan mengenai penerapan diagnosa keperawatan pada kasus Ca Nasofaring. Karsinoma nasofaring adalah keganasan pada nasofaring yang berasal dari epitel mukosa nasofaring atau kelenjar yang terdapat di nasofaring.

Carsinoma Nasofaring merupakan karsinoma yang paling banyak di Aksep. Nasofaring tidak bergerak, berfungsi dalam proses pernafasan dan ikut menentukan kualitas suara yang dihasilkan oleh laring. Ostium tubae Eustachii, torus tubarius, fossa rosenmuler resesus faringeus.

Askep CA Nasofaring – PDF Free Download

Pada atap dan dinding belakang Nasofaring terdapat adenoid atau tonsila faringika. Virus ini dapat masuk dalam tubuh dan tetap tinggal disana tanpa menyebabkan suatu kelainan dalam jangka waktu yang lama.

Untuk mengaktifkan virus ini dibutuhkan suatu mediator kebiasaan untuk mengkonsumsi ikan asin secara terus menerus mulai dari masa kanak-kanak, merupakan mediator utama yang dapat mengaktifkan virus ini sehingga kannker Ca Nasofaring. Mediator yang berpengaruh untuk timbulnya Ca Nasofaring: Ikan asin, makanan yang diawetkan dan nitrosamine.

Keadaan social ekonomi yang rendah, lingkungan dan kebiasaan hidup. Sering kontak dengan Zat karsinogen benzopyrenen, benzoantrance, gas kimia, asap industri, asap kayu, beberapa ekstrak tumbuhan. Ras dan keturunan Malaysia, Indonesia 5. Radang kronis nasofaring 6.

Diduga nawofaring karena mereka memakan makanan yang diawetkan dalam musim dingin dengan menggunakan bahan pengawet nitrosamin. Insidens karsinoma nasofaring yang tinggi ini dihubungkan dengan kebiasaan makan, lingkungan dan virus Epstein-Barr Sjamsuhidajat, hal Selain itu faktor geografis, rasial, jenis kelamin, genetik, pekerjaan, kebiasaan hidup, kebudayaan, sosial ekonomi, infeksi kuman atau parasit juga sangat mempengaruhi kemungkinan timbulnya tumor ini. Infeksi virus Epstein Barr dapat menyebabkan karsinoma nasofaring.

Hal ini dapat dibuktikan dengan dijumpai adanya keberadaan protein-protein laten pada penderita karsinoma nasofaring. Pada penderita ini sel yang teerinfeksi oleh EBV akan menghasilkan protein tertentu yang berfungsi untuk proses poliferasi dan mempertahankan kelangsungan virus didalam sel host. Protein laten ini dapat dipakai sebagai pertanda delam mendiagnosa karsinoma nasofaring. Hubungan antara kanket nasofaring dan infeksi virus Epstein-Barr juga dinyatakan oleh berbagai peneliti dari bagian yang kankwr di dunia ini.

EBNA-1 adalah protein nuklear yang berperan dalam mempertahankan genom virus. WOC Riwayat keluarga Konsumsi ikan asin Kerusakan DNA pd sel dimana Mengaktifkan EBV pola kromosomnya abnormal Menstimulasi pembelahan sel Terbentuk sel-sel muatan abnormal yg tdk terkontrol Pola kromosom abnormal Diferensiasi dan pol ferasi protein laten EBNA-1 Kromosom ekstra terlalu sedikit translokasi kromosom Pertumbuhan sel kanker pd nasofaring utama pd fosa rossamuller rossamuller Sifat kanker diturunkan d anak Metastase sel-sel kanker Penekanan ps tuba eustachius ke kelenjar getah bening melalui aliran limfe Penyubatan muara tuba Pertumbuhan dan perkembangan sel-sel kanker di kel.

  GARCIA CANCLINI CULTURAS HIBRIDAS PDF

Sumbatan menetap karena pertumbuhan tumor kedalam rongga nasofaring dan menutupi koana, gejalanya: Gangguan mata dan saraf: Jika seluruh saraf otak terkena disebut sindrom unialteral. Prognosis jelek bila sudah disertai destruksi tulang tengkorak. Hal inilah yang mendorong pasien untuk berobat.

Melalui aliran pembuluh limfe, sel-sel kanker dapat sampai ke kelenjar limfe leher dan tertahan di sana dan karena memang kelenjar ini merupakan pertahanan pertama agar sel-sel kanker tidak langsung ke bagian tubuh yang lebih jauh.

Menurut bentuk dan cara tumbuh: VI, keluhan diplopia, hipestesi pipi 2. Sindrom petrosfenoid terjadi jika semua saraf grup anterior terkena dengan gejala khas: Yang sering adalah tulang, hati dan paru. Hal ini merupakan hasil akhir dan prognosis yang buruk. Rinoskopi posterior dengan atau tanpa tanp a kateter c.

Persyaratan Terapi Radiasi Penyembuhan total terhadap karsinoma nasofaring apabila hanya menggunakan terapi radiasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: Dosis radiasi pada limfonodi leher tergantung tergantung pada ukurannya sebelum kemoterapi diberikan. Pada limfonodi yang tak teraba diberikan radiasi sebesar cGy, Terapi radiasi sendiri sifatnya adalah: Efek Samping Terapi Radiasi: Radiomukositis, stomatitis, hilangnya indra pengecapan, rasa nyeri dan ngilu pada gigi.

Xerostomia, trismus, otitis media 3. Pigmentasi kulit seperti fibrosis subkutan atau osteoradionekrosis. Pada terapi kombinasi dengan sitostatika dapat timbul depresi sumsum tulang dan gangguan gastrointestinal. Lhermitte syndrome karena radiasi myelitis. Hypothyroidism Pengaruh Terapi Radiasi Terhadap Sistem Imun Secara luas dilaporkan bahwa segera setelah pemberian radiasi terjadi gangguan 11 terhadap sel limfosit T, yang akibatnya memudahkan timbulnya berbagai macam infeksi. Pasien dengan tumor primer di leher dimana drainase limfatiknya juga di lehersetelah diberikan radiasi mengakibatkan berkurangnya limfosit darah tepi secara signifikan.

Gangguan akibat radiasi tidak hanya mempengaruhi jumlah sel limfosit T namun juga mengakibatkan defek pada fungsi sel T. Adanya gangguan fungsi dibuktikan dengan sulitnya sel T ini distimulasi pada percobaan invitro. Jenis Pemberian Terapi Radiasi Terapi radiasi pada karsinoma nasofaring bisa diberikan sebagai: Radiasi eksterna dapat digunakan sebagai sebagai: Obat-obat anti kaker ini dapat digunakan sebagai terapi tunggal active active single agentsagentstetapi nasoaring berupa kombinasi karena dapat lebih meningkatkan potensi sitotoksik terhadap sel kanker.

Selain itu sel-sel yang resisten terhadap salah satu nasofarkng mungkin sensitif terhadap obat lainnya. Dosis obat sitostatika dapat dikurangi sehingga efek samping menurun.

Tujuan Kemoterapi Tujuan kemoterapi adalah untuk menyembuhkan pasien dari penyakit tumor ganasnya.

Kemoterapi bisa digunakan untuk mengatasi tumor secara lokal dan juga untuk mengatasi sel tumor apabila ada metastasis jauh. Dan karsinoma sel skuamosa biasanya sangat sensitif terhadap kemoterapi ini. Sel yang sedang dalam keadaan membelah pada umumnya lebih sensitif daripada sel dalam keadaan istirahat.